Bingung Varian Virus Corona, Kenali Gejalanya

Sejak akhir tahun 2020, kita dibingungkan dengan virus Corona telah bermutasi dan muncul menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Untuk membedakan varian-varian tersebut para ahli telah mengidentifikasi dari gejala-gejalanya.

Varian COVID 19

Sebagaimana virus yang lain, virus corona pun bisa berubah dan bermutasi untuk terus berkembang biak dan hingga kini WHO telah mengidentifikasi 6 varian diantaranya Alfa, Beta, Gamma, Delta, Lambda, dan Kappa sebagai variants of concern atau varian yang perlu diwaspadai.

Selain menyerang terhadap kondisi kesehatan , mutasi virus Corona juga dikhawatirkan bisa memengaruhi efektivitas vaksin COVID-19 yang telah tersedia.

Perbedaan COVID-19 Varian Alfa, Beta, Gamma, Delta, Lambda, dan Kappa
Suatu varian virus memiliki satu atau lebih mutasi yang membuatnya berbeda dari varian lain.

Pada kasus tertentu, COVID-19 varian Alfa, Beta, Gamma, dan Delta juga bisa menimbulkan gejala yang lebih parah, seperti sesak napas, dada berdebar-debar, berkurangnya nafsu makan, hingga penurunan kesadaran atau koma.

Gejala berat tersebut umumnya akan lebih berisiko muncul pada kelompok lansia atau penderita penyakit penyerta, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau asma.

Adapun gejala umum COVID-19 yang timbul akibat infeksi virus Corona varian baru tersebut tidak jauh berbeda dengan gejala COVID-19 pada umumnya, antara lain:

  • Batuk
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Anosmia
  1. Varian Alfa
  • Kode varian: B. 1.1.7
  • Kasus pertama kali ditemukan: Inggris, September 2020
  • Tingkat penularan virus: 43–90% lebih mudah menular dari virus Corona sebelumnya
  • Tingkat keparahan infeksi: lebih berpotensi menimbulkan gejala berat dan risiko peningkatan risiko rawat inap dari virus Corona jenis awal
  • COVID-19 varian Alfa diketahui lebih cepat menular dan menyebar karena lebih mampu menembus sistem kekebalan tubuh manusia. Bahkan, sejak April 2021 varian ini sudah menjadi salah satu varian virus Corona yang dominan di Amerika Serikat dan Inggris.

Laporan kasus sejauh ini menunjukkan bahwa pasien COVID-19 yang terinfeksi virus Corona varian Alfa bisa mengalami gejala yang lebih parah. Namun, pada orang yang telah menerima vaksin COVID-19, gejala infeksi virus Corona varian ini umumnya lebih ringan.

Gejala Virus Corona varian Alfa

  • Batuk berlendir
  • Keluar lendir bervirus dari mulut dan hidung
  • Batuk dan sakit tenggorokan
  • Hilang rasa dan indra penciuman
  • Sesak napas
  • Sulit berpikir jernih
  • Pusing, malaise, dan mual
  • Kelelahan dan nyeri otot
  1. Varian Beta
  • Kode varian: B. 1.351
  • Kasus pertama kali ditemukan: Afrika Selatan, Mei 2020
  • Tingkat penularan virus: belum diketahui
  • Tingkat keparahan infeksi: lebih berisiko menyebabkan COVID-19 gejala berat
  • COVID-19 varian Beta juga diketahui lebih mudah menular antarmanusia. Gejala infeksi virus Corona varian ini umumnya mirip dengan gejala COVID-19 secara umum, tetapi COVID-19 varian Beta diketahui lebih kebal terhadap beberapa jenis pengobatan.

Namun, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa gejala COVID-19 varian Beta cenderung lebih ringan pada orang yang telah mendapatkan vaksin COVID-19, seperti vaksin Sinovac, Pfizer, dan Moderna.

Gejala Virus Corona varian Beta

  • Demam
  • Indera penciuman hilang
  • Sakit kepala
  • Batuk terus-menerus
  • Sakit perut
  • Sakit tenggorokan

3. Varian Delta

  • Kode varian: B.1.617.2
  • Kasus pertama kali ditemukan: India, Oktober 2020
  • Tingkat penularan virus: 30–100% lebih mudah menular dari varian Alfa
  • Tingkat keparahan infeksi: potensi peningkatan risiko dibutuhkannya rawat inap hampir dua kali lipat dari varian Alfa
  • Varian Delta dari virus Corona adalah varian yang paling mudah menular dan menyebar dengan cepat. Sejak awal ditemukan kasus hingga Juni 2021, infeksi varian Delta sudah menyebar ke 74 negara dan bahkan sudah menjadi varian dominan di India dan Inggris.

Infeksi virus Corona varian Delta diketahui lebih sering ditemukan pada orang dewasa muda. Di Inggris, penelitian menemukan bahwa anak-anak dan orang dewasa di bawah umur 50 tahun hampir tiga kali lebih berisiko untuk terinfeksi varian ini.

Hingga saat ini, penyebab mengapa virus Corona varian Delta sangat cepat menyebar dan lebih berbahaya masih belum diketahui. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada dua kemungkinan alasannya, yaitu virus Corona varian Delta lebih cepat berkembang biak dan lebih mudah memasuki serta kuat melawan sel tubuh manusia.

Namun, kabar baiknya penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa vaksin COVID-19, seperti vaksin Astrazenca dan vaksin Pfizer, dinilai mampu memberikan perlindungan hingga sekitar 60–79% terhadap varian Delta dengan dosis pemberian penuh sebanyak 2 dosis.

Gejala Virus Corona varian Delta

  • Sakit kepala
  • Flu parah
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Batuk
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Mual
  • Nyeri sendi
  • Gangguan pendengaran
  • Hilang selera makan

4. Varian Gamma

  • Kode varian: P. 1
  • Kasus pertama kali ditemukan: Brazil, November 2020
  • Tingkat penularan virus: belum diketahui
  • Tingkat keparahan infeksi: cenderung kebal terhadap pengobatan COVID-19
  • COVID-19 varian ini pertama kali ditemukan di Brazil dan Jepang. Meski jenis mutasinya berbeda dengan varian lainnya, virus Corona varian Gamma diketahui dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan varian lain, seperti varian Beta.

Hingga saat ini, efektivitas vaksin COVID-19 terhadap varian Gamma masih belum diketahui dengan jelas dan terus diteliti.

  1. Varian Lambda
  • Kode varian: C. 37
  • Kasus pertama kali ditemukan: Peru, Desember 2020
  • Tingkat penularan virus: belum diketahui
  • Tingkat keparahan infeksi: belum diketahui
  • Virus Corona varian Lambda pertama kali ditemukan di Peru dan beberapa negara lain di Amerika latin dan kini telah menyebar ke Eropa dan Inggris.

Berbeda dengan jenis varian Alfa, Beta, Gamma, dan Delta, WHO menyatakan bahwa varian jenis ini sebagai variant of interest atau masih diteliti lebih lanjut tingkat penularan dan keparahan infeksinya.

Hingga saat ini, belum ditemukan bukti yang cukup untuk memastikan apakah COVID-19 varian Lambda lebih mudah menular atau lebih berat gejalanya dibandingkan varian lain tersebut. Namun, laporan kasus sejauh ini menunjukkan bahwa tingkat penularannya tidak berbeda jauh dengan virus Corona jenis pertama.

Selain itu, beberapa riset juga menunjukkan vaksin COVID-19 dapat memberikan perlindungan terhadap virus Corona varian ini.

6. Varian Kappa

  • Kode varian: 1.617.2
  • Kasus pertama kali ditemukan: India, Oktober 2020
  • Tingkat penularan virus: belum diketahui
  • Tingkat keparahan infeksi: belum diketahui
  • Menurut laporan kasus COVID-19 nasional, COVID-19 varian Kappa diketahui telah masuk ke Indonesia di bulan Juli 2021. COVID-19 varian Kappa memiliki pola mutasi yang mirip dengan varian Delta, tetapi tingkat penularan dan keparahan infeksinya masih belum diketahui.

Meski demikian, beberapa penelitian sejauh ini mengatakan bahwa COVID-19 varian Kappa tidak menunjukkan tingkat penularan atau keparahan infeksi yang lebih parah dibandingkan COVID-19 jenis awal. Efektivitas vaksin dan pengobatan COVID-19 terhadap COVID-19 jenis baru ini juga masih terus diteliti.

Sama seperti varian Lambda, COVID-19 varian Kappa juga hingga saat ini masih dikategorikan esbagai variant of interest oleh WHO.

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Kegiatan Jumat Barokah Persit KCK kepada Warga Kurang Mampu di Pondok Kelapa, Jakarta Timur

Di tengah TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Terlihat rumah semi permanen yang dihuni 944 kepala keluarga kurang mampu. dengan mayoritas bekerja sebagai pembersih makam dan pemulung. Pada kegiatan Jumat barokah kali ini, Ketua Umum Persit KCK, memberikan bantuan sembilan bahan pokok kepada warga yang tinggal di sekitar TPU Pondok Kelapa, secara door to door.     Ibu Hetty Andika Perkasa menyambangi satu-persatu warga di sana untuk membagikan paket bingkisan berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan bahan lainnya. beliau juag menyambangi rumah pak Slamet, pria paruh baya yang mengidap penyakit stroke dan tinggal jauh dari keluarga, serta Mariyati (50 tahun) yang terkena penyakit paru-paru dan jantung.     

Patung Bung Karno, Inspirasi Generasi Penerus NKRI

Rasa Nasionalisme dan kepedulian terhadap sesama harus selalu kita jaga dan tumbuh kembangkan untuk menjaga keutuhan bangsa ini

Kasad Menerima Paparan Pelaksanaan Pembangunan Jalan Banti-Aroanop, Kab. Mimika, Papua

Kemudian disana juga sangat sulit untuk transportasi hanya bisa menggunakan helikopter. Helikopter ini pun sulit karena memang cuaca sering berganti dan hampir setiap hari terjadi hujan

Ternyata Tentara Amerika Suka Durian dan Pempek

Channel ini menyajikan berbagai berita, informasi serta perkembangan seputar TNI AD saat ini. Banyak cerita menarik, unik dan bahkan langka yang dapat menginspirasi kita semua. Selamat menyaksikan dan viralkan, dari TNI AD untuk Indonesia tercinta