SEJARAH KOREM 143/HALU OLEO

Lintas Sejarah Pembentukan
Pada periode tahun 1950 sampai dengan tahun 1958 di wilayah Sulawesi Tenggara, telah ditugaskan personel Militer untuk mengatasi gangguan keamanan yang terdiri dari beberapa satuan-satuan antara lain;
 
1.     Satu (1) Kompi Yon Anjing Laut yang bermarkas di Palopo dengan pimpinan Kapten Untung dan berkedudukan di Kolaka;
2.     Yon Tengkorak Putih yang menggantikan KNIL yang sudah jadi Apris dibawah pimpinan Lettu J.Tangkere berkedudukan di Baubau;
3.     Yon 3 Mei Mamengko, Ki II;
4.     Yon 1 Paliyama (Yon 704) dipimpin Lettu Kombong;
5.    Yon 108 Sibinuang dan dibantu kesatuan Brimob serta Yon 718 dipimpin oleh Kapten Makkatang Daeng Sibali, ditambah lagi Detasemen Raksabuana dan Detasemen-D yang berkedudukan di wilayah Kendari.
 
Selanjutnya pertengahan tahun 1958 dibentuklah pasukan Sulawesi Tenggara, yang secara administratif di bawah Markas Besar Angkatan Darat (MABAD) Cq Koandait dengan Komandan pertamanya Kapten Effendi dan tanggal 31 Mei 1960 Kodam XIV/Hasanuddin membentuk Korem VI/HO yang berkedudukan di Kendari, dengan mengangkat Mayor Inf LB. Carolus sebagai Danrem dan Kapten P.B. Harahap sebagai Kasrem

Diawal pembentukannya, Korem VI/HO ditugasi melaksanakan pengamanan dan pembinaan teritorial, dengan dukungan 1 Regu setingkat pleton (Batalyon Remaja) di bawah pimpinan Kapten Rustam Kusuma Jaya.

Sedangkan pada tugas operasi Militer, Korem 143/HO telah melaksanakan penugasan yang bervariasi antara lain; sebelum pembentukan Korem telah melaksanakan operasi pemulihan dan pemeliharaan keamanan di daerah Sulawesi Tenggara yang dilakukan oleh Satuan Operasi yang dikirim oleh Koandait.


Perubahan Jadi Korem 143/HO

Pada tanggal 27 April 1964, Korem VI/HO sebutannya mengalami perubahan menjadi Korem 143/HO oleh Kodam XIV/Hasanuddin. Selanjutnya, sejalan perkembangan organisasi dan tuntutan tugas, maka tanggal 1 Juni 1965 sesuai Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/14/XII/1984 tanggal 28 Desember 1984 tentang Organisasi dan tugas Korem 143/HO organisasi Korem VI/HO mengalami penyesuaian nama menjadi Korem 143/Halu Oleo

Selang beberapa bulan kedepan, tanggal 3 Mei 1985 Korem 143/HO pun mengalami perubahan setelah Kodam XIV/Hasanuddin berubah menjadi Kodam VII/Wirabuana (surat keputusan Kasad No Skep/14D/VI/1987 tanggal 19 Juni 1987), sehingga terjadi perubahan struktur organisasi menjadi Korem 143/HO Kodam VII/Wirabuana.

Demikian juga saat pemisahan Kodam VII/Wirabuana pada tahun 2017, menjadi Kodam XIII/Merdeka dan Kodam XIV/Hasandudin maka struktur organisasi Korem 143/HO mengalami perubahan menjadi satuan jajaran Kodam XIV/Hasanuddin.

Satuan Jajaran.

Korem 143/Halu Oleo memiliki 5 Kodim dan 1 Batalyon Infanteri, yaitu:
1. Kodim 1412/Kolaka yang berkedudukan di Kolaka.

2. Kodim 1413/Buton yang berkedudukan di Baubau.

3. Kodim 1416/Muna yang berkedudukan di Raha Kab Muna.

4. Kodim 1417/Kendari di Kendari, Kota Kendari.

5. Kodim 1429/Butur di Ereke Kab. Buton Utara.

6. Batalyon Infanteri Yonif 725/Wrg, dengan induk pasukan /Mayon di Boro boro, kabupaten Konawe Selatan untuk mencover wilayah di 17 Kab/kota menggelar kekuatan di Kolaka dan Buton masing-masing 1 Kompi.

Sejalan dengan dinamika dan perkembangan yang ada, struktur organisasi Korem 143/HO mengalami perubahan-perubahan atau validasi, dengan Peraturan Kasad Nomor 8 Tahun 2018 tanggal 8 Maret 2018, dengan nama tetap Korem 143/Halu Oleo dari Korem Type B menjadi Type A dipimpin oleh seorang Perwira Tinggi (Pati) dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI (Brigjen) dan Kodim 1417/Kendari menjadi Kodim Type A dipimpin seorang Perwira Menengah (Pamen) dengan pangkat Kolonel.
 
Riwayat Penugasan
Setelah berdirinya Korem, maka seluruh operasi pemulihan, operasi keamanan di daerah Sulawesi Tenggara dilakukan oleh Korem 143/HO, antara lain operasi DI/TII Kahar Muzakkar dan sisa-sisa Permesta, dari Sulawesi Utara (periode tahun 1960 sampai dengan tahun 1964) selanjutnya periode tahun 1979 sampai tahun 2004.

Pejabat dari masa ke masa

  1. Mayor Inf LB. Carolus  (1960- 1963)
  2. Mayor Inf Abd Rachman    (1963- 1964)
  3. Letkol Czi T Harsanto   (1964- 1965)
  4. Letkol Inf Murdianto    (1965- 1967)
  5. Letkol Inf Soeparman (1967- 1969)
  6. Letkol Inf Madjid Joenoes  (1969- 1971)
  7. Letkol Inf AR. Malaka, Sh (1971- 1972)
  8. Letkol Czi DN Lintang  (1972- 1976)
  9. Kolonel Inf Adi Mangilep  (1976- 1979)
  10. Kolonel Inf Supardi (1979- 1982)
  11. Kolonel Czi Tindak Djioen  (1982- 1986)
  12. Kolonel Inf A. Eteng Amin  (1986- 1988)
  13. Kolonel Inf Sudariyono  (1988- 1990)
  14. Kolonel Inf Arifin Tarigan  (1990- 1991)
  15. Kolonel Inf Tayo Tarmadi  (1991- 1992)
  16. Kolonel Inf D. Muchidin   (1992- 1994)
  17. Kolonel Inf TA. Umboh  (1994- 1995)
  18. Kolonel Inf Syafei Nasution (1995- 1996)
  19. Kolonel Art Kasdi (1996- 1997)
  20. Kolonel Inf Harry Pysand   (1997 – 2000)
  21. Kolonel Inf Makmursyah, S.Ip   (2000-2003)
  22. Kolonel Inf Nanang D. Priadi (2003 – 2004)          
  23. Kolonel Inf Tan Aspan  (2004 – 2005)                          
  24. Kolonel Kav Moch.Wachju Rijanto   (2005 – 2006)
  25. Kolonel Inf M.P. Hutagalung        (2007 – 2008)              
  26. Kolonel Inf Iskandar M. Sahil   (2008 – 2010)
  27. Kolonel Inf Taufik Hidayat    (2010- 2012)
  28. Kolonel Inf MS. Fadillah    (2012 – 2013)
  29. Kolonel Arh Andi Sumangerukka, S.E     (2013 – 2015)
  30. Kolonel Czi Rido Hermawan, M.Sc (2015 – 2016)
  31. Kolonel Inf Immanuel Ginting   (2016)
  32. Kolonel Inf Andi Perdana Kahar, S.H.    (2017)
  33. Kolonel Arm Dedi Nurhadiman, S.I.P.     (2017 – 2018)
  34. Kolonel Inf Yustinus Nono Y, S.E., M.Si    (2018 – 2020)
  35. Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, S.E., M.B.A.   (2020 s.d. sekadang)

Korem 143/HO akan terus mencatatkan sejarah seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan serta pengabdiannya kepada bangsa Indonesia, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah serta membantu pembangunan berbagai sektor di Sulawesi Tenggara.